welcome

Toko Bunga Alam / Toko Bunga Citra Indah, TOKO BUNGA DI JAKARTA, yang berada di lokasi TOKO BUNGA di tebet. dan di bandung di Jl. Kol.Masturi No.321, bandung. TOKOBUNGAALAM.COM adalah situs belanja toko bunga online yang menyediakan berbagai macam BUNGA segar BUNGA LUAR dan LOKAL ( KRISAN & LAINNYA), dan artificial yang Cantik dan indah. Toko Bunga Alam/Toko Bunga Citra Indah yang berdiri sejak tahun 90an, yang melayani pemesanan berbagai macam BUNGA Ucapan dan pengiriman sampai ke Tujuan. MAU KIRIM KARANGAN BUNGA, BUNGA PAPAN (ANNIVERSARY,DUKA, WEDDING), BUNGA TANGAN, RANGKAIAN ,BONEKA, PARCEL, VALENTINE DI SELURUH JABODETABEK, atau kota besar seluruh indonesia. apabila anda sibuk dan perlu BUNGA, tida perlu repot, klik saja di www.tokobungaalam.com www.tokobungadijakarta.com www.bungajakarta.com www.tokobunga.us www.tokobungabandung.com

Jumat, 06 Desember 2013

MASA LALU PRESIDEN SBY


Sejak diluncurkan Juli 2013 lalu, akun Google+ Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono selalu jadi perhatian publik. Banyak orang sangat antusias mengikuti update dan sharing beliau di ranah Google+. Tak terkecuali dengan postingan terakhir SBY pada tanggal 23 November 2013 lalu yang kini masuk sharing lagi ngetren di Google+. Akun resmi SBY di Google+ mengunggah foto masa lalu SBY, Ibu Ani dan kedua putra mereka Agus dan Ibas. Foto dengan latar belakang Pura Uluwatu, Bali sangat dikenal publik Google+ yang melihat foto tersebut. Namun beberapa yang meragukan sempat menanyakan apakah mereka berpose di Uluwatu. Dalam foto itu, Pak SBY dan Ibu Ani masih tampak sangat muda. SBY membopong Ibas, sementara Agus yang kini jadi anggota TNI Angkatan Darat tampak berdiri gagah di tengah. Namun sebagian besar dari 500 komentar yang masuk ke postingan itu ternyata bukan fokus bicara masalah foto. Namun ramai berkicau tentang curahan hati presiden tentang kesulitan masa foto itu dibuat. Penasaran ingin tahu curhat SBY di Google+? Berikut kutipan aslinya: "Presiden SBY dan Ibu Ani membesarkan anak-anak mereka dengan penuh kasih sayang. Meskipun dalam kondisi keuangan pas-pasan, Pak SBY dan Ibu Ani selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anaknya. Pada saat Pak SBY menjabat sebagai Komandan Batalyon, saat itu ia mendapat jatah makanan tambahan berupa satu cangkir bubur kacang hijau dari kantor. Pak SBY tidak menyantapnya di kantor, melainkan disimpan untuk dibawa pulang. Sampai di rumah, diberikan kepada Ibu Ani untuk diolah kembali dengan menambahakan santan, gula merah dan pandan agar jumlah bubur kacang hijau semakin banyak dan bisa disantap bersama keluarga." Masa lalu seorang presiden memang selalu menarik untuk diketahui rakyatnya. Hingga tulisan ini dibuat postingan itu sudah dibaca sedikitnya +1996 dan di-share oleh 136 followers di jagad Google+. Salah satu komentar berasal dari akun Papa Andra: "pa sby...di saat sekarang ini msh bnyak keluarga yang ngalamin kaya pengalaman kluarga pa sby dulu lho..."

Senin, 13 Mei 2013

Top, Anak Mak Wati Kuliah S2 di Jerman

Tribunnews.com — Tak pernah terpikir di benak Watiyah (60) alias Mak Wati bisa melihat putri bungsunya, Riska Panca Widowati (23) menempuh pendidikan S-2 di luar negeri. Pada 2011 lalu, Riska mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan master ke Universitas Konstanz, di Kota Konstanz, Jerman. Sebelumnya, ia menyelesaikan pendidikan sarjananya di jurusan Sastra Jerman, Universitas Negeri Jakarta, angkatan 2007. Salah satu yang membuat Mak Wati "serasa bermimpi" adalah kondisi keluarganya yang hanya golongan ekonomi menengah ke bawah. Suaminya, Wagimin, hanya seorang buruh bangunan, sementara Mak Wati berjualan makanan keliling di Gedung DPR, Jakarta. Mak Wati dan Wagimin memiliki lima orang anak. Mak Wati lantas berkisah, ketika awal mula ia mendapatkan kabar gembira dari putrinya. Awalnya, ia melarang Riska untuk berangkat ke Jerman. Mak Wati khawatir dengan kehidupan yang akan dijalani Riska di negeri orang. Namun, setelah mendapatkan masukan dari banyak orang dan melihat kemauan keras putrinya, Mak Wati pun memberi restu. "Saya mah enggak tahu beasiswanya dari mana. Anak saya enggak ngajuin, tapi ditawarin kuliah di Konstanz, tinggalnya di asrama," kata Mak Wati, saat dijumpai Kompas.com, di lantai 18, Gedung Nusantara I, DPR, Rabu (8/5/2013) pagi "Skype"-an Setelah Riska berangkat ke Jerman, Mak Wati, yang tinggal di Cidodol, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, ini pun menjadi melek teknologi. Jarak jauh membuatnya menjadi akrab dengan internet, demi mengobati rindu melihat putrinya. Salah satu andalannya adalah menggunakan Skype. Menurutnya, jika sudah "Skype"-an dengan Riska, ia menjadi lupa waktu. Berjam-jam ia habiskan di depan layar komputer untuk ngobrol dengan putrinya. "Dia (Riska) yang nelepon, kadang malah sambil makan. Sekarang dia gemukan, tambah putih, tambah cantik. Dia sudah ke mana-mana katanya, fotonya banyak, ke Berlin juga sudah," ujar Mak Wati sambil tersenyum. Bila tak ada halangan, pada September 2013 nanti Riska akan menyelesaikan studinya dan kembali ke Indonesia. Mak Wati mengaku tak memiliki rencana khusus untuk menyambut putrinya. Ia hanya berharap Riska kelak bisa berhasil dan bisa mengangkat derajat keluarganya. Terkenal di DPR Nama Mak Wati begitu dikenal di Gedung DPR. Khususnya di kalangan asisten dan staf ahli angggota DPR, PNS kesekretariatan, sampai petugas Pamdal, dan office boy. Sejak tahun 1984, wanita yang memiliki 10 orang cucu ini mulai menjajakan dagangannya. Saat ini, ia biasa berjualan di Gedung Nusantara I, di sekitar lantai 3 hingga lantai 22. Selain lebih murah, makanan yang dijual Mak Wati juga memiliki rasa yang enak. Ada lontong sayur, bihun goreng, dan aneka gorengan serta camilan. Makanan yang dijual mulai dari Rp 500 sampai Rp 7.000. Tak heran bila dagangannya cepat habis. Biasanya, ia pulang ke rumah sebelum sore dengan membawa hasil berjualan sebesar Rp 100.000 - Rp 150.000.

Kamis, 25 April 2013

Almarhum UJE kecelakaan sepulang Ngopi

Kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan meninggalnya ustadz Jeffri Al Buchori terjadi setelah almarhum sepulang ngopi di Kemang. Firasat akan terjadinya kecelakaan sebenarnya telah dirasakan adik ustadz Jeffri, Fajar Sidik saat berangkat ke Kemang. "Sempat beberapa kali nyaris nabrak mobil. Makanya saat pulang saya minta bonceng saja. Almarhum bilang, saya sehat kok sampai akhirnya naik motor sendiri," tutur Fajar di rumah duka, Jumat (26/4/2013) subuh. Almarhum berangkat bersama menggunakan sepada motor pukul 21.00 WIB untuk ngomongin Ramadhan sampai sekitar pukul 1 subuh. "Saat pulang itulah kecelakaan terjadi," tuturnya.

UJE Kecelakaan Pulang Da'Wah

Pulang sholat subuh dari masjid kampungku GEGER, semua pada bicarakan UJE (Ustad JefrY Al-Bukhori) telah berpulang (meninggal dunia) karena kecelakaan MOTOR sepulang da’wah. Ujang : Pakde tau ngga?, UJE diberitakan meninggal, karena kecelakaan motor, sepulang dari da’wah. saya : yaa Innalillahi wainnailahi rojiun, baguslah kalau begitu, Ujang : kaget, kok baguslah gimana maksudnya, pakde seneng yaa UJE meninggal ? Saya : yaa senenglah ….. Ujang : kenapa pakde ? Saya : karena UJE meninggal sepulang dari da’wah, bukan yang lain. Saya : itu menandakan, Gusti Allah membuka mata banyak orang, bahwa UJE itu Pendakwa Sejati, sampai akhir hayatnya dia berdakwa, ente harus tiru itu mang Ujang Ujang : insya Allah, pakde

Selamat Jalan Ustadz UJE

Pulang sholat subuh dari masjid kampungku GEGER, semua pada bicarakan UJE (Ustad JefrY Al-Bukhori) telah berpulang (meninggal dunia) karena kecelakaan MOTOR sepulang da’wah. Ujang : Pakde tau ngga?, UJE diberitakan meninggal, karena kecelakaan motor, sepulang dari da’wah. saya : yaa Innalillahi wainnailahi rojiun, baguslah kalau begitu, Ujang : kaget, kok baguslah gimana maksudnya, pakde seneng yaa UJE meninggal ? Saya : yaa senenglah ….. Ujang : kenapa pakde ? Saya : karena UJE meninggal sepulang dari da’wah, bukan yang lain. Saya : itu menandakan, Gusti Allah membuka mata banyak orang, bahwa UJE itu Pendakwa Sejati, sampai akhir hayatnya dia berdakwa, ente harus tiru itu mang Ujang Ujang : insya Allah, pakde